Tuesday, May 26, 2015


Lima tahun berlalu begitu cepat. Rasanya baru kemarin, Bunda menatap matamu yang bening dan bibir merahmu yang mungil. Masih segar dalam ingatan detik-detik menjelang kehadiranmu. Begitu kau tiba, kami gemakan kalimat Allah di telinga kanan dan kirimu. Kami panjatkan doa yang abadi tersemat dalam namamu. Safa Emira Asmoro, itulah nama yang kami pilih untukmu. Yang artinya pemimpin wanita yang suci, lembut dan penuh kasih. Betapa bahagianya kami memilihkan 'Safa' sebagai nama depanmu. Sebab dengan nama itu semoga kau dan juga kami selalu ingat bahwa hidup itu adalah rangkaian perjuangan. Bahwa kemenangan itu adalah sebuah hadiah yang diberikan kepada mereka yang teguh berupaya. Seperti air zam zam yang Allah hadiahkan kepada Siti Hajar di tengah rasa haus yang mencekik setelah ia berlari.. berlari ke bukit Safa dan Marwah. 

Kini 5 tahun telah kita lewati. Sebentar lagi Safa akan menjadi seorang kakak. Kakak yang lembut dan penuh kasih sayang. Kakak yang menjadi teladan dan pemimpin adik-adiknya kelak dan juga muslimah di luar sana. Doakan Ayah dan Bunda agar selalu istiqomah membangun keluarga kecil kita dalam bingkai surga. 

Ayah dan Bunda yang selalu mencintaimu 
#26 Mei 2015

Tuesday, January 17, 2012

Sosok Yang Membuatku Cemburu

Pertama kali tahu namanya ketika mentoring di SMA. Beberapa kali, oleh teteh mentor yang berbeda, namanya disebut. Namanya sederhana, seperti nama orang Sunda, ada pengulangan pada nama panjang. Yoyoh Yusroh, sederhana bukan?

Belum pernah saya bertemu dengannya, bahkan mencoba mencari tahu gambar wajahnya di internet pun tidak, sampai saya membaca buku yang satu ini “Yoyoh Yusroh, Mutiara Yang Telah Tiada”.

Membeli buku ini bukan tidak disengaja. Pada suatu pengajian, saya diingatkan lagi tentang kisah ummi, panggilan ustadzah yoyoh. Katanya ummi ini sibuk sekali. Dia adalah anggota dewan, pengurus yayasan sosial, murobbiyah, dan ibu dari 13 orang anak. Sekalipun agendanya padat, harus berda’wah dan mengunjungi banyak tempat, tapi makannya selalu terjaga. Jika ia diminta memilih masakan padang atau makanan siap saji, maka dia memilih masakan padang. Soda pun sangat dihindari. Alasannya adalah karena masakan siap saji, makanan yang mengandung msg, dan soda berbahaya bagi rahim perempuan, padahal rahim adalah tempat bersemayamnya calon manusia yang akan lahir ke dunia. Selalu saja ada cerita yang berbeda dari ustadzah yoyoh, dan semua cerita membuatku kagum. Karena itu, saat pergi ke toko buku, buku ini menjadi salah satu yang terpilih.

Monday, May 17, 2010

Jahe dan Khasiat Anti Bakteri

Jahe adalah rempah-rempah yang banyak digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Tanaman ini selain digunakan sebagai bumbu dapur juga berkhasiat sebagai obat. Ciri khas jahe terdapat pada aroma dan rasanya yang tajam. Aroma pada jahe disebabkan oleh adanya minyak atsiri terutama golongan seskuiterpenoid sebanyak lebih dari 3 %. Sedangkan rasa yang pedas disebabkan oleh adanya senyawa gingerol dan shogaol. Di Indonesia, jahe diracik menjadi suatu minuman penghangat badan yang dikenal dengan nama wedang jahe. Minuman ini sangat bermanfaat untuk mengusir dingin terutama bagi mereka yang tinggal di daerah pegunungan.

Zingiberis officinale, nama latin tanaman jahe merupakan tanaman yang tumbuh tegak dan merumpun dengan tinggi mencapai 30 cm – 1m. Jahe biasanya ditanam pada dataran rendah sampai dataran tinggi (daerah subtropis dan tropis) pada ketinggian 1500 m diatas permukaan laut. Menurut Farmakope Belanda, Zingiber rhizoma (rimpang jahe) yang berupa umbi Zingiber officinale mengandung 6% bahan obat-obatan yang sering dipakai sebagi rumusan obat-obatan atau sebagai obat resmi di 23 negara. Menurut daftar prioritas WHO, jahe merupakan tanaman obat-obatan yang paling banyak dipakai di dunia.

Bijak Mengkonsumsi Obat Anti Nyeri

Pemahaman bahwa obat akan selalu bermanfaat baik bagi manusia kapanpun, dimanapun, dan dalam kondisi apapun adalah salah. Kenyataan menunjukkan bahwa obat memiliki dua sisi berlawanan. Di satu sisi ia dapat memberi manfaat dan di sisi yang lain dapat membahayakan bagi penggunanya. Obat hanya akan memberi manfaat apabila digunakan secara tepat. Pada dosis yang dianjurkan, obat memiliki dua jenis efek yaitu efek yang diinginkan atau efek terapi dan efek yang tidak diinginkan yaitu efek samping. Semakin tinggi dosis, efek samping akan lebih terasa namun tidak semua pengguna obat merasakan efek tersebut. Hal ini bergantung pada kepekaan pengguna.

Obat anti nyeri merupakan obat yang ditujukan untuk mengurangi atau melenyapkan rasa nyeri, misalnya pada sakit kepala, sakit kepala pada migren, sakit gigi, nyeri otot, nyeri haid (dismenorea primer). Beberapa obat anti nyeri atau analgesik memiliki khasiat sebagai penurun demam (antipiretik) dan mengurangi proses peradangan (anti inflamasi). Obat ini digolongkan sebagai obat anti inflamasi non steroid (OAINS). Obat anti nyeri yang beredar sebagai obat bebas adalah untuk sakit yang bersifat ringan, sedangkan untuk sakit yang berat (misalnya sakit karena batu empedu, kanker) perlu menggunakan jenis obat keras yang membutuhkan pemeriksaan dokter.

The Hidden Face Of Iran

Buku yang “recommended” ini, kata 3an, memang memikat luar biasa. Novel ini merupakan catatan perjalanan keluarga Irlandia berkewarganegaraan Amerika Serikat untuk mencari pembantu rumah tangganya sewaktu mereka tinggal 10 tahun di Teheran. Terence Ward dengan sangat apik menggambarkan perjalanannya yang penuh petualangan bersama kedua orang tuanya, Donna dan Patrick, serta ketiga saudara laki-lakinya, Kevin, Chris dan Richard. Dibesarkan di Iran, pada tahun 1960an, Terrence Ward dan seluruh anggota keluarganya tidak mampu melupakan ikatan erat yang menyatukan mereka dengan Hassan, sang koki keluarga, pengurus rumah tangga dan pemandu budaya mereka.

Setelah meninggalkan Iran selama 30 tahun, Ward kembali ke negara itu bersama seluruh anggota keluarganya untuk melakukan pencarian terhadap Hassan. Masa lalu yang indah yang mereka habiskan selama 10 tahun di negara Khomeini itu benar-benar menyentuh. Kasih sayang yang terjalin antara keluarga “barat”, yang notabene dianggap sebagai sosok jahat dibelakang Shah Pahlavi, digambarkan dengan sempurna. Bagaimana tidak, setelah berselang 30 tahun mereka bertekad mencari Hassan dan keluarganya di suatu desa tak terkenal di negara Iran yang berada dalam instabilitas politik pasca revolusi dan perang. Sinting, begitulah kesan pemandu sewaan mereka, Avo, selama perjalanan panjang itu.

Bila Perempuan Tidak Ada Dokter

Di dunia ini, ada jutaan perempuan yang hidup di kota-kota dan desa-desa ‘yang tidak ada dokter’ atau kalaupun ada, layanan kesehatan di daerah itu umumnya tidak terjangkau. Oleh karena itu banyak di antara mereka yang menderita, bahkan banyak pula yang meninggal, hanya karena tidak terjangkaunya layanan perawatan dan pengobatan, serta tidak tersedianya informasi yang memadai tentang seluk beluk kesehatan perempuan. Untuk merekalah buku ini ditulis. Bagaimanakah faktanya di Indonesia ?


Lalu mengapa PEREMPUAN? Jawaban dari pertanyaan ini langsung anda dapatkan di Bab I, karena “kesehatan perempuan adalah persoalan masyarakat”. Bila seorang perempuan sehat, ia mempunyai kekuatan untuk melaksanakan pekerjaannya sehari-hari, memenuhi banyak peran yang dimilikinya dalam keluarga dan masyarakat serta membangun hubungan yang memuaskan dengan orang lain. Setiap perempuan mempunyai hak atas perawatan kesehatan yang utuh sepanjang hidupnya, tidak hanya sebatas perannya sebagai istri dan ibu. Selain itu, kesehatan seorang perempuan bukan saja dipengaruhi oleh keunikan ragawi semata, melainkan juga dipengaruhi oleh seluruh kondisi sosial, kebudayaan dan ekonomi dimana dia berada. Intinya, jika kesehatan perempuan membaik, semua orang yakni perempuan itu sendiri, keluarganya, serta masyarakatnya akan menikmati manfaatnya.

Masyitoh

Membaca buku ini benar-benar membuat saya tidak bisa berhenti. Selain bahasanya yang agak puitis-melayu, juga hikmah dan kejadian sejarah yang mewarnainya. Tidak hanya pada inti ceritanya, tapi juga teror dibalik pembuatannya. Berdasarkan keterangan Taufik Ismail di buku Tirani dan Benteng, Ajip Rosidi, budayawan dan seniman angkatan 60an yang membuat buku Masyitoh ini menjadi bulan-bulanan maki-makian Lentera. Lentera merupakan ruang kebudayaan pimpinan Pramudia Ananta Toer yang selalu berkelit tidak mau dikaitkan organisatoris dengan Lekra/PKI. “Jadi apa sih sebenarnya isi buku Masyitoh itu? Mengapa ditentang oleh PKI?”. Alhamdulillah dapet juga bukunya dari pameran di PVJ, setelah tidak berhasil merasakan kegembiraan di bincang-bincang with Andrea Hirata.:’(

Well, ternyata buku itu bercerita tentang Masyitoh, atau Siti Masyitoh, tukang sisir putri Fir’aun. Mungkin teman-teman sudah pernah mendengar KISAHnya bukan? Yap betul, dialah Masyitoh, budak Fir’aun yang terkenal dengan pengorbanan agungnya. Drama Masyitoh ini hanya diperankan oleh 17 tokoh dengan latar yang sangat minim, tapi tidak mengurangi makna yang ingin dimunculkan secara langsung oleh penulis. Masyitoh menjadi lambang tauhid serta iman. Dalam mendirikan hak Alloh, ia bersedia mengorbankan dirinya sendiri. Namun, tafsiran umum yang selama ini berkembang terhadap kerelaan masyitoh berkorban ini umumnya terbatas pada kerelaan pengorbanan perseorangan yang bersifat agamawi dalam arti yang sempit. Padahal pengorbanan Masyitoh ini adalah suatu pengorbanan tanpa tawar-menawar lagi terhadap martabat manusia. Sungguh, nilai-nilai ini yang kita rasakan sudah semakin hilang, padahal masyarakat membutuhkan figur yang sanggup membuktikan pengorbanan logis bahwa Alloh lebih ia cintai daripada dirinya sendiri.