Monday, May 17, 2010

Bijak Mengkonsumsi Obat Anti Nyeri

Pemahaman bahwa obat akan selalu bermanfaat baik bagi manusia kapanpun, dimanapun, dan dalam kondisi apapun adalah salah. Kenyataan menunjukkan bahwa obat memiliki dua sisi berlawanan. Di satu sisi ia dapat memberi manfaat dan di sisi yang lain dapat membahayakan bagi penggunanya. Obat hanya akan memberi manfaat apabila digunakan secara tepat. Pada dosis yang dianjurkan, obat memiliki dua jenis efek yaitu efek yang diinginkan atau efek terapi dan efek yang tidak diinginkan yaitu efek samping. Semakin tinggi dosis, efek samping akan lebih terasa namun tidak semua pengguna obat merasakan efek tersebut. Hal ini bergantung pada kepekaan pengguna.

Obat anti nyeri merupakan obat yang ditujukan untuk mengurangi atau melenyapkan rasa nyeri, misalnya pada sakit kepala, sakit kepala pada migren, sakit gigi, nyeri otot, nyeri haid (dismenorea primer). Beberapa obat anti nyeri atau analgesik memiliki khasiat sebagai penurun demam (antipiretik) dan mengurangi proses peradangan (anti inflamasi). Obat ini digolongkan sebagai obat anti inflamasi non steroid (OAINS). Obat anti nyeri yang beredar sebagai obat bebas adalah untuk sakit yang bersifat ringan, sedangkan untuk sakit yang berat (misalnya sakit karena batu empedu, kanker) perlu menggunakan jenis obat keras yang membutuhkan pemeriksaan dokter.



OAINS selain memiliki efek terapi seperti yang telah disebutkan diatas juga memiliki efek samping pada berbagai organ, diantaranya adalah saluran cerna, ginjal, kulit dan hati. Tak ada satupun OAINS yang sama sekali aman, bahkan aspirin yang merupakan obat yang paling sering digunakan dan cukup efektif, mempunyai efek samping yang lebih sering dan lebih berbahaya jika diberikan dalam dosis yang berlebihan.

Mekanisme kerja utama OAINS adalah menghambat aktivitas enzim siklooksigenase dalam sintesis prostaglandin. Hambatan sintesis prostaglandin merupakan salah satu faktor yang berperan dalam mengurangi reaksi peradangan. Padahal berdasarkan penelitian, prostaglandin mempunyai peranan penting untuk mempertahankan mukosa saluran cerna terhadap pengaruh sekitarnya. Banyak zat iritan yang didapatkan pada mukosa saluran cerna yang merusak epitel bila sekresi prostaglandin terganggu. Hal ini yang menjadi dasar mengapa efek samping dari penggunaan OAINS yang menghambat siklooksigenase 1 atau COX-1 seperti aspirin, indometasin, natrium diklofenak, piroksikam, asam mefenamat adalah tukak lambung.

Berdasarkan studi epidemiologi, resiko relatif terjadinya tukak lambung akibat penggunaan OAINS termasuk rendah. Meskipun demikian, seringnya obat ini dikonsumsi dapat menyebabkan komplikasi tukak lambung. Komplikasi timbul akibat perbedaan respon individu terhadap OAINS. Jadi jika seorang penderita mengalami ulserasi (luka pada lambung) setelah penggunaan OAINS tertentu, tidak selalu berarti ulserasi akan kambuh jika ia menelan OAINS lain. Penggunaan OAINS harus benar-benar tepat, oleh karena itu jika anda benar-benar memerlukan OAINS konsultasikan pada dokter atau apoteker. Dokter dan apoteker berperan penting dalam mengoptimalkan pemilihan OAINS dan menjamin penggunaannya secara rasional dan tepat.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan OAINS adalah:
1. Konsultasikan dengan dokter atau apoteker mengenai riwayat penyakit sehingga pemilihan OAINS yang tepat akan lebih optimal. Selain itu, ceritakan juga riwayat obat yang telah digunakan selama ini. OAINS yang sudah pernah digunakan dan dapat ditoleransi dengan baik merupakan pilihan yang utama. Tetapi jika belum pernah menggunakan OAINS, dokter atau apoteker akan merekomendasikan suatu OAINS berdasarkan faktor-faktor seperti indikasi, profil efek samping, kebutuhan jadwal pemberian dan biaya.
2. OAINS diminum setelah makan untuk mengurangi efek samping terhadap lambung
3. Apabila terjadi gejala-gejala komplikasi saluran cerna seperti kembung, mual, nyeri lambung, feses berwarna kehitaman atau muntah berwarna seperti kopi maka segera sampaikan pada dokter
4. Jika anda mengkonsumsi obat lain seperti warfarin, siklosporin, antihipertensi golongan penghambat ACE seperti kaptopril, enalapril, lisinopril serta fenitoin maka sampaikan pada dokter. Obat-obat tersebut dapat berinteraksi negatif dengan OAINS.

Jika anda benar-benar membutuhkan OAINS dan memiliki riwayat tukak lambung maka solusi diantaranya adalah mengkonsumsi OAINS salut enterik, misalnya enteric-coated aspirin karena salutan mencegah tablet larut di lambung dan obat diserap cukup banyak di dalam usus kecil. Selain itu penggunaan mesoprostol, suatu derivate dari prostaglandin E1, bisa mengurangi tukak yang disebabkan oleh OAINS dan efektif dalam segi biaya bilamana OAINS diperlukan pada pasien-pasien yang beresiko tinggi mengalami pendarahan saluran cerna, misalnya wanita-wanita tua dan pasien-pasien yang mempunyai riwayat tukak lambung. Penghambat pompa proton, misalnya omeprazol, juga efektif dalam mengurangi toksisitas saluran cerna yang dipicu oleh OAINS.

Sekarang telah berkembang OAINS yang lebih selektif menghambat siklooksigenase-2 atau COX-2. Untuk mengurangi efek samping terhadap lambung dan ginjal, OAINS selektif COX-2 merupakan pilihan utama, karena COX-2 tidak terdapat pada mukosa lambung atau sel ginjal tetapi lebih banyak terdapat di otak. Obat-obat golongan ini yang telah dikembangkan dan banyak digunakan adalah meloxicam, nimesulide, celecoxib dan rofecoxib.

Tidak ada OAINS yang ideal. Penting untuk membiasakan diri dengan beberapa jenis obat ini dan menentukan OAINS yang paling sesuai untuk anda, tentunya dengan tetap berkonsultasi dengan dokter atau apoteker anda. Mengkonsumsi obat anti nyeri dengan bijak pada akhirnya akan menghindarkan anda dari resiko efek samping yang merugikan.

No comments: